Selasa, 26 Januari 2016

Pengertian, Manfaat dan Macam-Macam Jaringan Komputer

Kata “jaringan komputer” mungkin sudah tidak asing lagi bagi telinga kita, mengingat hampir setiap hari kita melibatkan jaringan komputer dalam pekerjaan kita.
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi data, aplikasi maupun berbagi perangkat keras komputer.
Istilah jaringan komputer sendiri juga dapat diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang terdiri dari dua komputer atau lebih yang saling terhubung.
Tujuan dibangunnya jaringan komputer adalah agar informasi/ data yang dibawa pengirim (transmitter) dapat sampai kepada penerima (receiver) dengan tepat dan akurat.
Jaringan komputer memungkinkan penggunanya dapat melakukan komunikasi satu sama lain dengan mudah.
Selain itu, peran jaringan komputer sangat diperlukan untuk mengintegrasi data antar komputer-komputer client sehingga diperolehlah suatu data yang relevan.

Manfaat Jaringan Komputer

Berbicara mengenai manfaat dari jaringan komputer. Terdapat banyak sekali manfaat jaringan komputer, antara lain :
  • Dengan jaringan komputer, kita bisa mengakses file yang kita miliki sekaligus file orang lain yang telah diseberluaskan melalui suatu jaringan, semisal jaringan internet.
  • Melalui jaringan komputer, kita bisa melakukan proses pengiriman data secara cepat dan efisien.
  • Jaringan komputer membantu seseorang berhubungan dengan orang lain dari berbagai negara dengan mudah.
  • Selain itu, pengguna juga dapat mengirim teks, gambar, audio, maupun video secara real time dengan bantuan jaringan komputer.
  • Kita dapat mengakses berita atau informasi dengan sangat mudah melalui internet dikarenakan internet merupakan salah satu contoh jaringan komputer.
  • Misalkan dalam suatu kantor memerlukan printer, kita tidak perlu membeli printer sejumlah dengan komputer yang terdapat pada kantor tersebut. Kita cukup membeli satu printer saja untuk digunakan oleh semua karyawan kantor tersebut dengan bantuan jaringan komputer.

Macam-Macam Jaringan Komputer

Umumnya jaringan komputer di kelompokkan menjadi 5 kategori, yaitu berdasarkan jangkauan geografis, distribusi sumber informasi/ data, media transmisi data, peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data, dan berdasarkan jenis topologi yang digunakan. Berikut penjabaran lengkapnya :

A. Berdasarkan Jangkauan Geografis

1. LAN
LAN
Ilustrasi jaringan LAN
Local Area Network atau yang sering disingkat dengan LAN merupakan jaringan yang hanya mencakup wilayah kecil saja, semisal warnet, kantor, atau sekolah. Umumnya jaringan LAN luas areanya tidak jauh dari 1 km persegi.
Biasanya jaringan LAN menggunakan teknologi IEEE 802.3 Ethernet yang mempunyai kecepatan transfer data sekitar 10, 100, bahkan 1000 MB/s.
Selain menggunakan teknologi Ethernet, tak sedikit juga yang menggunakan teknologi nirkabel seperti Wi-fi untuk jaringan LAN.
2. MAN
Metropolitan Area Network atau MAN merupakan jaringan yang mencakup suatu kota dengan dibekali kecepatan transfer data yang tinggi. Bisa dibilang, jaringan MAN merupakan gabungan dari beberapa jaringan LAN.
Jangakauan dari jaringan MAN berkisar 10-50 km. MAN hanya memiliki satu atau dua kabel dan tidak dilengkapi dengan elemen switching yang berfungsi membuat rancangan menjadi lebih simple.
3. WAN
Wide Area Network atau WAN merupakan jaringan yang jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, semisal sebuah negara bahkan benua.
WAN umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan lokal sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan pengguna lain meskipun berada di lokasi yang berbebeda.

B. Berdasarkan Distribusi Sumber Informasi/ Data

1. Jaringan Terpusat
jaringan terpusat
Jaringan terpusat
Yang dimaksud jaringan terpusat adalah jaringan yang terdiri dari komputer client dan komputer server dimana komputer client bertugas sebagai perantara dalam mengakses sumber informasi/ data yang berasal dari komputer server.
Dalam jaringan terpusat, terdapat istilah dumb terminal (terminal bisu), dimana terminal ini tidak memiliki alat pemroses data.

2. Jaringan Terdistribusi
Jaringan ini merupakan hasil perpaduan dari beberapa jaringan terpusat sehingga memungkinkan beberapa komputer server dan client yang saling terhubung membentuk suatu sistem jaringan tertentu.

C. Berdasarkan Media Transmisi Data yang Digunakan

1. Jaringan Berkabel (Wired Network)
kabel UTP
Kabel UTP
Media transmisi data yang digunakan dalam jaringan ini berupa kabel.
Kabel tersebut digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya agar bisa saling bertukar informasi/ data atau terhubung dengan internet.
Salah satu media transmisi yang digunakan dalam wired network adalah kabel UTP.
Baca juga : Pengertian dan Manfaat Internet
2. Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Wireless adapter
Wireless adapter
Dalam jaringan ini diperlukan gelombang elektromagnetik sebagai media transmisi datanya.
Berbeda dengan jaringan berkabel (wired network), jaringan ini tidak menggunakan kabel untuk bertukar informasi/ data dengan komputer lain melainkan menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirimkan sinyal informasi/ data antar komputer satu dengan komputer lainnya.
Wireless adapter, salah satu media transmisi yang digunakan dalam wireless network.

D. Berdasarkan Peranan dan Hubungan Tiap Komputer dalam Memproses Data

1. Jaringan Client-Server
client server
Model client-server
Jaringan ini terdiri dari satu atau lebih komputer server dan komputer client. Biasanya terdiri dari satu komputer server dan beberapa komputer client.
Komputer server bertugas menyediakan sumber daya data, sedangkan komputer client hanya dapat menggunakan sumber daya data tersebut.
Baca juga : Tugas dan tanggung jawab admin server
2. Jaringan Peer to Peer
Dalam jaringan ini, masing-masing komputer, baik itu komputer server maupun komputer client mempunyai kedudukan yang sama.
Jadi, komputer server dapat menjadi komputer client, dan sebaliknya komputer client juga dapat menjadi komputer server.

E. Berdasarkan Topologi Jaringan yang Digunakan

topologi bus
Topologi bus, salah satu jenis topologi jaringan
Topologi jaringan komputer merupakan bentuk/ struktur jaringan yang menghubungkan komputer satu dengan yang lain.
Untuk pembahasan lebih detail mengenai topologi jaringan, silakan baca artikel macam-macam topologi jaringan komputer yang pernah saya tulis sebelumnya.
Sumber: http://nesabamedia.com/pengertian-manfaat-dan-macam-macam-jaringan-komputer/

JavaScript


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
JavaScript
Javascript.svg
Ekstensi berkas .js
Jenis MIME application/javascript, text/javascript[1]
Uniform Type Identifier com.netscape.javascript -​ sumber [2]
Dikembangkan oleh Netscape Communications Corporation, Mozilla Foundation
Rilis terbaru 1.9.3 / 2010
Jenis format Bahasa skrip
Situs web Mozilla Developer Center
JavaScript (/ˈɑːvəˌskrɪpt/[3]) adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi dan dinamis.[4] JavaScript populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.[5]

Daftar isi

Sejarah

JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.[6] [7]
Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java.[8] Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut.[8] Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.[8]
JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX.[8] JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.[8]

Penulisan JavaScript

Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag <script type="text/javascript">.[9]
<script type="text/javascript">
 alert("Halo Dunia!");
</script>
Kode JavaScript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript).[9] Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut:[9]
<script type="text/javascript" src="alamat.js">
</script>

Skrip di head

Skrip ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu.[9] Peletakkan skrip di head akan menjamin skrip dimuat terlebih dahulu sebelum dipanggil.[9]
<html>
<head>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</head>
</html>

Skrip di body

Skrip ini dieksekusi ketika halaman dimuat sampai di bagian <body>.[9] Ketika menempatkan skrip pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian.[9]
<html>
<head>
</head>
<body>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</body>
</html>
Jumlah JavaScript di <head> dan <body> yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.[9]

Skrip eksternal

Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman.[9] Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal.[9] Jadi, antara dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML.[9] Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.[9]
JavaScript : js/xxx.js document.write("pesan ini tampil ketika halaman diload");
Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai atribut "src" pada tag <script> pada halaman HTML-nya.[9]
<html>
<head>
</head>
<body>
<script src="xxx.js">
</script>
<p>Script di atas berada di berkas "xx.js" (eksternal) </p>
</body>
</html>

Cascading Style Sheets CSS



Cascading Style Sheet
(CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file).[1] Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.[1]
CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya.[1] CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.[2] Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.[2]

Sejarah CSS

Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style.[3] CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996.[2] Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.[3]

Versi

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.
CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. Dengan CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object Model.[4]

Penulisan

Saat masuk pada bagian CSS, sering dijumpai kode sebagai berikut:
h1 {
    color: #0789de;
   }
Bagian pertama sebelum tanda '{}' dinamakan selector, sedangkan yang diapit oleh '{}' disebut declaration yang terdiri dari dua unsur, yaitu property dan value.[5]Selector dalam pernyataan di atas adalah h1, sedangkan color adalah property, dan #0789de adalah value.[5]
Selain itu ada tiga metode penulisan CSS atribut, yaitu :[6]

Inline Style Sheet

CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style="..." dalam tag HTML tersebut.[6] Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan memengaruhi tag HTML yang lain.[6]
Contoh penulisan CSS dengan metode Inline Style Sheet [6]:
<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Inline </title>
</head>
<body bgcolor="#FFFFFF">
<p id="cth1">
Ini adalah contoh tag P tanpadiformat menggunakan CSS </p>

<p id="cth2" style="font-size:20pt">
Tag P ini diformat dengan besar font 20 point </p>

<p id="cth3" style="font-size:14pt; color:red">
Tag P ini diformat dengan besar font 14 point, dan menggunakan warna merah </p>
</body>
</html>

Embedded Style Sheet

CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> ... </style> di atas tag <body>.[6] Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan.[6]
Contoh penggunaan CSS dengan metode Embedded Style Sheet :[6]
<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Embedded</title>
</head>
<style>
body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in}
h1 {font-size:18pt; color:#FF0000}
p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in}
</style>

<body>
<h1 id="cth1">Judul ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1>
<p id="cth2">Tag p ini di format dengan besar font 12 point dengan tipe font Arial dan mempunyai identasi 0.5 inch </p>
<p id="cth3">Yang perlu diperhatikan juga bahwa body disini telah diformat dengan margin kiri 0.5 inch dan warna background biru</p>
</body>
</html>

Sifat CSS

Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal.[7] Jika internal yang dipilih, maka skrip itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain.[7] Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka skrip CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu.[7]
Sifat yang kedua adalah eksternal di mana skrip CSS dipisahkan dan diletakkan dalam berkas khusus.[7] Nanti, cukup gunakan semacam tautan menuju berkas CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di skrip tersebut.[7]

Fakta Menggunakan CSS

Fakta Menggunakan CSS diantaranya : [8]
  • Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
  • Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
  • Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran berkas dan kecepatan pengunduhan.
  • Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
  • Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat di berbagai browser
  • CSS adalah layouting "Masa Depan" dengan penggabungan bersama XHTML.

Contoh Berkas CSS

[9]
<html>
<head>
<style type="text/css">
body
{
background-color:#d0e4fe;
}
h1
{
color:orange;
text-align:center;
}
p
{
font-family:"Times New Roman";
font-size:20px;
}
</style>
</head>

<body>

<h1>CSS example!</h1>
<p>This is a paragraph.</p>

</body>
</html>

Tutorial membuat kalkulator sederhana dengan Visual basic pada Power point

Kali ini kita akan belajar membuat pemrograman sederhana menggunakan Aplikasi Visual Basic (VBA) pada Powerpoint 2007. Program yang akan kita buat adalah kalkulator sederhana. Kenapa disebut kalkulator sederhana? Karena kita hanya akan menggunakan operasi dasar matematika yaitu penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), pembagian (/), dan pemangkatan (^). Kelima operasi dasar tersebut akan kita fungsikan melalui lima buah tombol operasi dan kita lengkapi dengan satu buah tombol untuk menghapus data input dan data output.
Biar  tidak ada kesalahan dalam memvisualisasikan (he...he...), ini program yang akan kita buat :


Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :
Pertama, Jalankan program Microsoft Office Powerpoint, pastikan menu developer sudah muncul di deretan menu utama ya...
Kedua, ubah layout slide 1 menjadi blank
Ketiga, Pasang tiga buah TextBox  dan enam buah Command Button di slide 1 dan ubah properties masing-masing kontrol seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

(Background saya buat biru agar memudahkan pembacaan kontrol)

Properties masing-masing kontrol adalah sebagai berikut :
Kontrol
Name
Caption
TextBox1
a
TextBox2
b
TextBox3
Hasil
CommandButton1
plus
+
CommandButton2
minus
-
CommandButton3
pangkat
^
CommandButton4
kali
x
CommandButton5
bagi
/
CommandButton6
Hapus
(sahabat juga bisa mengatur jenis dan ukuran font tiap kontrol)

Keempat, Pasang kode VBA di masing-masing CommandButton dengan cara klik dua kali pada masing-masing tombol dan ketikkan kode VBA sebagai berikut :
Nama Kontrol
Caption
Kode VBA
plus
+
Private Sub plus_Click()
Hasil = Val(a) + Val(b)
End Sub
minus
-
Private Sub minus_Click()
Hasil = a - b
End Sub
pangkat
^
Private Sub pangkat_Click()
Hasil = a ^ b
End Sub
kali
x
Private Sub kali_Click()
Hasil = a * b
End Sub
bagi
/
Private Sub bagi_Click()
Hasil = a / b
End Sub
Hapus
Private Sub Hapus_Click()
a = ""
b = ""
Hasil = ""
End Sub
Kelima, sisipkan background dan berbagai shape untuk mempercantik desain. Jalankan Powerpoint dengan klik Slide Show (atau F5).
Sumber: http://www.sangpengajar.com/2012/01/tutorial-1-membuat-kalkulator-sederhana.html
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;

namespace _34.Rasyid_Sabilillah__PENGULANGAN__
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {
            Console.Write("Input Jumlah Pengulangan : ");
            string a = Console.ReadLine();
            int n = Convert.ToInt16(a);

            for (int i = 1 ; i <= n; i++)
            if (i % 2 == 1)
            {

                Console.WriteLine(i + "Saya Tidak Akan Mengulangi Perbuatan Ini Lagi");
            }
            Console.ReadLine();

            //increment
            //i++ -> i = i + 1 + 1 
        }
    }
} - See more at: http://anak-sidoarjo-indonesia.blogspot.co.id/2015/10/program-c-tentang-pengulangan.html#sthash.G5gzhWGJ.dpuf
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;

namespace _34.Rasyid_Sabilillah__PENGULANGAN__
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {
            Console.Write("Input Jumlah Pengulangan : ");
            string a = Console.ReadLine();
            int n = Convert.ToInt16(a);

            for (int i = 1 ; i <= n; i++)
            if (i % 2 == 1)
            {

                Console.WriteLine(i + "Saya Tidak Akan Mengulangi Perbuatan Ini Lagi");
            }
            Console.ReadLine();

            //increment
            //i++ -> i = i + 1 + 1 
        }
    }
} - See more at: http://anak-sidoarjo-indonesia.blogspot.co.id/2015/10/program-c-tentang-pengulangan.html#sthash.G5gzhWGJ.dpuf
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Text;

namespace _34.Rasyid_Sabilillah__PENGULANGAN__
{
    class Program
    {
        static void Main(string[] args)
        {
            Console.Write("Input Jumlah Pengulangan : ");
            string a = Console.ReadLine();
            int n = Convert.ToInt16(a);

            for (int i = 1 ; i <= n; i++)
            if (i % 2 == 1)
            {

                Console.WriteLine(i + "Saya Tidak Akan Mengulangi Perbuatan Ini Lagi");
            }
            Console.ReadLine();

            //increment
            //i++ -> i = i + 1 + 1 
        }
    }
} - See more at: http://anak-sidoarjo-indonesia.blogspot.co.id/2015/10/program-c-tentang-pengulangan.html#sthash.G5gzhWGJ.dpuf

Routing RIP Mikrotik dengan IPv4

1. Buka Software “Winbox” Yang sudah ada di Laptop kita . 2. Sambungkan Router pusat  Dengan Router kita  dengan port ” Ethernet 1 “ dan ...