Bunyi Pasal 5 UU ITE:
(1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.
(2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil
cetaknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari
alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia
Sebagai catatan, beberapa negara maju mengkategorikan secara terpisah
delik penipuan yang dilakukan secara online (computer related fraud)
dalam ketentuan khusus cyber crime. Sedangkan di Indonesia, UU ITE yang
ada saat ini belum memuat pasal khusus/eksplisit tentang delik
“penipuan”. Pasal 28 ayat (1) UU ITE saat ini bersifat general/umum
dengan titik berat perbuatan “penyebaran berita bohong dan menyesatkan”
serta pada “kerugian” yang diakibatkan perbuatan tersebut.
Tujuan
rumusan Pasal 28 ayat (1) UU ITE tersebut adalah untuk memberikan
perlindungan terhadap hak-hak dan kepentingan konsumen. Perbedaan
prinsipnya dengan delik penipuan pada KUHP adalah unsur “menguntungkan
diri sendiri” dalam Pasal 378 KUHP tidak tercantum lagi dalam Pasal 28
ayat (1) UU ITE, dengan konsekuensi hukum bahwa diuntungkan atau
tidaknya pelaku penipuan, tidak menghapus unsur pidana atas perbuatan
tersebut dengan ketentuan perbuatan tersebut terbukti menimbulkan
kerugian bagi orang lain.
Delik khusus “penipuan” dalam UU ITE, baru
akan dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Revisi UU ITE
yang saat ini dalam tahap pembahasan antar-kementerian.
Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik (“UU ITE”) tidak secara khusus mengatur mengenai tindak
pidana penipuan. Selama ini, tindak pidana penipuan sendiri diatur dalam
Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana(“KUHP”), dengan rumusan
pasal sebagai berikut:
“Barangsiapa dengan maksud untuk
menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan
menggunakan nama palsu atau martabat (hoedaningheid) palsu; dengan tipu
muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk
menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun
menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara
paling lama empat tahun”.
Walaupun UU ITE tidak secara khusus
mengatur mengenai tindak pidana penipuan, namun terkait dengan timbulnya
kerugian konsumen dalam transaksi elektronik terdapat ketentuan Pasal
28 ayat (1) UU ITE yang menyatakan:
“Setiap Orang dengan sengaja,
dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang
mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.”
Terhadap pelanggaran Pasal 28 ayat (1) UU ITE diancam pidana penjara
paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar, sesuai
pengaturan Pasal 45 ayat(2) UU ITE. Jadi, dari rumusan-rumusan Pasal 28
ayat (1) UU ITE dan Pasal 378 KUHP tersebut dapat kita ketahui bahwa
keduanya mengatur hal yang berbeda. Pasal 378 KUHP mengatur penipuan
(penjelasan mengenai unsur-unsur dalam Pasal 378 KUHP silakan simak
artikel Penipuan SMS Berhadiah), sementara Pasal 28 ayat (1) UU ITE
mengatur mengenai berita bohong yang menyebabkan kerugian konsumen dalam
transaksi elektronik (penjelasan mengenai unsur-unsur dalam Pasal 28
ayat (1) UU ITE silakan simak artikel Arti Berita Bohong dan Menyesatkan
dalam UU ITE). Walaupun begitu, kedua tindak pidana tersebut memiliki
suatu kesamaan, yaitu dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain.
Tapi, rumusanPasal 28 ayat (1) UU ITE tidak mensyaratkan adanya unsur
“menguntungkan diri sendiri atau orang lain” sebagaimana diatur dalam
Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Pada akhirnya, dibutuhkan kejelian
pihak penyidik kepolisian untuk menentukan kapan harus menggunakan Pasal
378 KUHP dan kapan harus menggunakan ketentuan-ketentuan dalam Pasal 28
ayat (1) UU ITE. Namun, pada praktiknya pihak kepolisian dapat
mengenakan pasal-pasal berlapis terhadap suatu tindak pidana yang
memenuhi unsur-unsur tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam
Pasal 378 KUHPdan memenuhi unsur-unsur tindak pidana Pasal 28 ayat (1)
UU ITE. Artinya, bila memang unsur-unsur tindak pidananya terpenuhi,
polisi dapat menggunakan kedua pasal tersebut. Lepas dari itu, menurut
praktisi hukum Iman Sjahputra, kasus penipuan yang menyebabkan kerugian
konsumen dari transaksi elektronik jumlahnya banyak. Di sisi lain, Iman
dalam artikel Iman Sjahputra: Konsumen Masih Dirugikan dalam Transaksi
Elektronik juga mengatakan bahwa seringkali kasus penipuan dalam
transaksi elektronik tidak dilaporkan ke pihak berwenang karena nilai
transaksinya dianggap tidak terlalu besar. Menurut Iman, masih banyaknya
penipuan dalam transaksi elektronik karena hingga saat ini belum
dibentuk Lembaga Sertifikasi Keandalan yang diamanatkan Pasal 10 UU ITE
Sumber : https://www.facebook.com/www.pengaduanpenipuanonline.co.id/posts/358089790961041
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman web. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman web. Tampilkan semua postingan
Minggu, 31 Januari 2016
Selasa, 26 Januari 2016
JavaScript
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Ekstensi berkas | .js |
|---|---|
| Jenis MIME | application/javascript, text/javascript[1] |
| Uniform Type Identifier | com.netscape.javascript - sumber [2] |
| Dikembangkan oleh | Netscape Communications Corporation, Mozilla Foundation |
| Rilis terbaru | 1.9.3 / 2010 |
| Jenis format | Bahasa skrip |
| Situs web | Mozilla Developer Center |
Daftar isi
Sejarah
JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.[6] [7]Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java.[8] Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut.[8] Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.[8]
JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX.[8] JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.[8]
Penulisan JavaScript
Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag<script type="text/javascript">.[9]<script type="text/javascript">
alert("Halo Dunia!");
</script>
<script type="text/javascript" src="alamat.js">
</script>
Skrip di head
Skrip ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu.[9] Peletakkan skrip di head akan menjamin skrip dimuat terlebih dahulu sebelum dipanggil.[9]<html>
<head>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</head>
</html>
Skrip di body
Skrip ini dieksekusi ketika halaman dimuat sampai di bagian<body>.[9] Ketika menempatkan skrip pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian.[9]<html>
<head>
</head>
<body>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</body>
</html>
Skrip eksternal
Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman.[9] Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal.[9] Jadi, antara dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML.[9] Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.[9]JavaScript : js/xxx.js
document.write("pesan ini tampil ketika halaman diload");Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai atribut "src" pada tag <script> pada halaman HTML-nya.[9]
<html>
<head>
</head>
<body>
<script src="xxx.js">
</script>
<p>Script di atas berada di berkas "xx.js" (eksternal) </p>
</body>
</html>
Cascading Style Sheets CSS
Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file).[1] Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.[1]
CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya.[1] CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.[2] Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.[2]
CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya.[1] CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.[2] Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.[2]
Sejarah CSS
Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style.[3] CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996.[2] Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.[3]Versi
Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. Dengan CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object Model.[4]
Penulisan
Saat masuk pada bagian CSS, sering dijumpai kode sebagai berikut:h1 {
color: #0789de;
}
Selain itu ada tiga metode penulisan CSS atribut, yaitu :[6]
Inline Style Sheet
CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style="..." dalam tag HTML tersebut.[6] Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan memengaruhi tag HTML yang lain.[6]Contoh penulisan CSS dengan metode Inline Style Sheet [6]:
<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Inline </title>
</head>
<body bgcolor="#FFFFFF">
<p id="cth1">
Ini adalah contoh tag P tanpadiformat menggunakan CSS </p>
<p id="cth2" style="font-size:20pt">
Tag P ini diformat dengan besar font 20 point </p>
<p id="cth3" style="font-size:14pt; color:red">
Tag P ini diformat dengan besar font 14 point, dan menggunakan warna merah </p>
</body>
</html>
Embedded Style Sheet
CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> ... </style> di atas tag <body>.[6] Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan.[6]Contoh penggunaan CSS dengan metode Embedded Style Sheet :[6]
<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Embedded</title>
</head>
<style>
body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in}
h1 {font-size:18pt; color:#FF0000}
p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in}
</style>
<body>
<h1 id="cth1">Judul ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1>
<p id="cth2">Tag p ini di format dengan besar font 12 point dengan tipe font Arial dan mempunyai identasi 0.5 inch </p>
<p id="cth3">Yang perlu diperhatikan juga bahwa body disini telah diformat dengan margin kiri 0.5 inch dan warna background biru</p>
</body>
</html>
Sifat CSS
Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal.[7] Jika internal yang dipilih, maka skrip itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain.[7] Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka skrip CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu.[7]Sifat yang kedua adalah eksternal di mana skrip CSS dipisahkan dan diletakkan dalam berkas khusus.[7] Nanti, cukup gunakan semacam tautan menuju berkas CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di skrip tersebut.[7]
Fakta Menggunakan CSS
Fakta Menggunakan CSS diantaranya : [8]- Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
- Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
- Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran berkas dan kecepatan pengunduhan.
- Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
- Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat di berbagai browser
- CSS adalah layouting "Masa Depan" dengan penggabungan bersama XHTML.
Contoh Berkas CSS
[9]<html>
<head>
<style type="text/css">
body
{
background-color:#d0e4fe;
}
h1
{
color:orange;
text-align:center;
}
p
{
font-family:"Times New Roman";
font-size:20px;
}
</style>
</head>
<body>
<h1>CSS example!</h1>
<p>This is a paragraph.</p>
</body>
</html>
Macam-macam Tipe Data di PHP
Boolean
Tipe data boolean adalah tipe data yang merepresentasikan suatu kondisi ‘benar’ (true) atau ‘salah’ (false). Selain itu juga dapat menggunakan nilai 1 untuk menyatakan true dan 0 untuk false. Penulisan bilangan ini mengikuti aturan case-Insensitive sehingga TRUE dan true dianggap sama oleh PHP. Perhatikan contoh dibawah:|
1
2
3
4
5
6
7
8
|
<?php
$kondisi = TRUE;
if ( $kondisi == true ){
echo 'Kondisinya benar';
}
?>
|
Integer
Tipe data integer merupakan tipe data bilangan bulat baik yang positif atau negatif {…, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …}. Tipe data integer mendukung bilangan Oktal, Desimal, maupun Hexadesimal.Contoh:
|
1
2
3
4
5
6
|
<?php
$desimal = 9259;
echo 'Ini adalah bilangan desimal : ' . $desimal;
?>
|
| Output : Ini adalah bilangan desimal : 9259 |
|
1
2
3
4
5
6
7
|
<?php
$oktal = 0560;
$format = 'Ini bilangan oktal : 0%o ';
printf( $format, $oktal );
?>
|
| Output : Ini bilangan oktal : 0560 |
|
1
2
3
4
5
6
7
|
<?php
$hexadesimal = 0x5f;
$format = 'Ini adalah bilangan hexadesimal : 0x%X';
printf( $format, $hexadesimal );
?>
|
| Output: Ini adalah bilangan hexadesimal : 0x5F |
Float
Tipe data float adalah bilangan pecahan atau mengambang yang juga biasa disebut tipe data double atau real number seperti 4.9, 9.7, 52.19 dan sebagainya.|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
|
<?php
$a = 10;
$b = 3;
$c = $a / $b;
echo 'Hasil pembagian dari ' . $a . ' dan '. $b . ' adalah ' . $c;
echo '<br>';
printf( '%.2f', $c );
?>
|
| Output: Hasil pembagian dari 10 dan 3 adalah 3.3333333333333 3.33 |
String
Tipe data string adalah tipe data yang tidak dapat dihitung, artinya tipe data string tidak dapat dikenakan operasi aritmatika karena string berupa karakter huruf atau angka. Untuk menuliskan string di dalam PHP haruslah menggunakan tanda kutip ganda ( ” “ ) atau kutip tunggal ( ‘ ‘ ). Keduanya sama saja, namun bila anda membuka dengan kutip ganda ( ” “ ) maka anda perlu menutupnya dengan kutip ganda pula, demikian pula dengan kutip tunggal ( ‘ ‘ ).Perhatikan contoh berikut:
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
|
<?php
$string1 = "Ini string dengan tanda kutip ganda";
$string2 = 'Ini string dengan tanda kutip tunggal';
$string3 = "String dengan tanda kutip ganda yang mengandung 'tanda kutip tunggal' ";
$string4 = 'String dengan tanda kutip tunggal yang mengandung "tanda kutip ganda" ';
$string5 = "Alhamdulillah, hari ini hari jum'at";
echo $string1;
echo '<br>';
echo $string2;
echo '<br>';
echo $string3;
echo '<br>';
echo $string4;
echo '<br>';
echo $string5;
?>
|
| Output : Ini string dengan tanda kutip ganda Ini string dengan tanda kutip tunggal String dengan tanda kutip ganda yang mengandung ‘tanda kutip tunggal’ String dengan tanda kutip tunggal yang mengandung “tanda kutip ganda” Alhamdulillah, hari ini hari jum’at |
Array
Tipe data Array merupakan himpunan dari beberapa data yang disimpan di dalam sebuah variabel. Data yang ada di dalam array disebut dengan elemen array. Setiap elemen array dipisahkan dengan koma ( , ).Contoh :
|
1
2
3
4
5
|
<?php
$tipeArray = array( 'Abu Bakar', 'Umar', 'Utsman', 'Aly' );
?>
|
Sebenarnya masih ada lagi tipe data di dalam PHP, namun yang umum digunakan adalah yang sudah disebutkan di atas.
Oh ya, untuk mengetahui tipe data PHP menyediakan fungsi var_dump(). Jadi, untuk mengetahui apakah tipe data dari variabel $a maka cukup tuliskan var_dump($a).
Sumber: http://quovadis.web.id/mengenal-macam-macam-tipe-data-di-php/
Selasa, 19 Januari 2016
Cara Upload Video Dengan PHP
Video saat ini sudah menjadi salah satu elemen dalam website yang
bisa membuat orang tertarik dan betah berlama-lama berada di website
tersebut, sebut saja Youtube, website youtube saat ini menjadi website nomor 3 paling banyak dikunjungi di dunia.
Jika Anda sedang kesulitan membuat website yang bisa upload video, berikut ini ada script untuk upload video dengan PHP yang bisa Anda ikuti.
Disini TWD hanya akan mencontohkan dalam satu file upload-video.php saja, untuk lebih lanjutnya Anda bisa kembangkan sendiri sesuai dengan susuan direktori pembuatan web yang sedang Anda kerjakan.
Pertama file php dengan nama upload-video.php
Selanjutnya tuliskan script berikut ini untuk membuat form dan memproses video ketika tombol UPLOAD di tekan, taruh script ini di dalam tag body dan /body.
Script diatas akan melakukan pengecekan apakah ada kiriman dengan
nama upload dari sebuah form, jika Anda maka proses selanjutnya
dilanjutkan dengan mengecek apakah file tersebut berjenis mp4/3gp dan
ukurannya kecil dari 50,000,000 bytes (50 MB).
Jika benar maka akan dilanjutkan dengan mengecek apakah nama file tersebut sudah ada di folder upload apa belum, jika belum ada maka proses upload video akan dilanjutkan, jika berhasil maka akan muncul pesan berhasilnya. Jika tidak maka pesan kesalahan akan dimunculkan di layar.
Sumber: http://www.tutorial-webdesign.com/cara-upload-video-dengan-php/
Jika Anda sedang kesulitan membuat website yang bisa upload video, berikut ini ada script untuk upload video dengan PHP yang bisa Anda ikuti.
Disini TWD hanya akan mencontohkan dalam satu file upload-video.php saja, untuk lebih lanjutnya Anda bisa kembangkan sendiri sesuai dengan susuan direktori pembuatan web yang sedang Anda kerjakan.
Pertama file php dengan nama upload-video.php
Selanjutnya tuliskan script berikut ini untuk membuat form dan memproses video ketika tombol UPLOAD di tekan, taruh script ini di dalam tag body dan /body.
<div style="width:800px;margin:20px auto; text-align:center">
<?php
if (isset($_REQUEST['upload']))
{
$name=$_FILES['file_video']['name'];
$type=$_FILES['file_video']['type'];
$size=$_FILES['file_video']['size'];
//replace tanda spasi pada nama file dengan _
$nama_file=str_replace(" ","_",$name);
$tmp_name=$_FILES['file_video']['tmp_name'];
$nama_folder="video/";
$nama_file_baru=$nama_folder.basename($nama_file);
//Filter jenis file video dan ukuran file
if ((($type == "video/mp4") || ($type == "video/3gpp") || ($type == "video/x-flv")) && ($size < 50000000 ))
{
//cek jika nama dile sudah ada
if (file_exists($nama_file_baru))
{
$msg="File dengan nama $nama_file sudah ada!\n";
}
else
{
//pindah file dari temporari ke alamat tujuan
if(move_uploaded_file($tmp_name,$nama_file_baru))
{
$msg="File video $nama_file sudah berhasil diupload";
}
}
}
else
{
$msg="Jenis file tidak sesuai atau ukuran file terlalu besar!";
}
echo "<p align=\"center\">$msg</p>";
}
else
{
?>
<fieldset>
<legend>Upload Video Dengan PHP (<a href="http://www.tutorial-webdesign.com/cara-upload-video-dengan-php"> baca tutorial </a>)</legend>
<form name="fvideo" enctype="multipart/form-data" method="post" action="" style="padding:10px;">
<input type="file" name="file_video" />
<input type="submit" name="upload" value="Upload" />
</form>
</fieldset>
<?php
}
?>
</div>
Jika benar maka akan dilanjutkan dengan mengecek apakah nama file tersebut sudah ada di folder upload apa belum, jika belum ada maka proses upload video akan dilanjutkan, jika berhasil maka akan muncul pesan berhasilnya. Jika tidak maka pesan kesalahan akan dimunculkan di layar.
Sumber: http://www.tutorial-webdesign.com/cara-upload-video-dengan-php/
Dasar PHP
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PHP:
Hypertext Preprocessor
|
|
imperatif,
berorientasi objek,
prosedural, reflektif
|
|
Perancang:
|
|
Pengembang:
|
|
Implementasi:
|
|
Mempengaruhi:
|
|
PHP License
(most of Zend engine under Zend Engine
License)
|
|
PHP: Hypertext Preprocessor
adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML.
PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.
Daftar isi
- 1 Sejarah PHP
- 2 Sintaksis Dasar
- 3 Contoh program
- 4 Kelebihan PHP Dari Bahasa Pemrograman Lain
- 5 Tipe data
- 6 Referensi
- 7 Lihat pula
- 8 Pranala luar
Sejarah PHP
Pada awalnya PHP merupakan
kependekan dari Personal Home Page
(Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995.
Pada waktu itu PHP masih bernama Form
Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan
untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode
sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan
perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis
PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C.
Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan
kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah
perusahaan bernama Zend menulis ulang
interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian
pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan
meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan
singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP:
Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend
merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0
adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini
banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks
tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004,
Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami
perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek
ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma
berorientasi objek.
Versi terbaru dari bahasa
pemograman PHP adalah versi 5.6.4 yang resmi dirilis pada tanggal 18 Desember 2014.
Sintaksis Dasar
Pembatas
PHP hanya mengeksekusi kode yang
ditulis dalam pembatas sebagaimana ditentukan oleh dasar sintaks PHP. Apapun di
luar pembatas tidak diproses oleh PHP (meskipun teks PHP ini masih
mengendalikan struktur yang dijelaskan dalam kode PHP. Pembatas yang paling
umum adalah "<?php" untuk membuka dan "?>" Untuk
menutup kode PHP.Tujuan dari pembatas ini adalah untuk memisahkan kode PHP dari
kode di luar PHP, seperti HTML,Javascript.
Variabel
Variabel diawali dengan simbol dolar $. Pada versi php PHP
5 diperkenalkan jenis isyarat yang memungkinkan fungsi untuk memaksa mereka menjadi parameter objek
dari class tertentu, array, atau fungsi. Namun, jenis petunjuk tidak dapat
digunakan dengan jenis skalar seperti angka
atau string. Contoh variabel dapat ditulis sebagai
$nama_varabel.
Penulisan fungsi, penamaan kelas,
nama variabel adalah peka akan huruf besar (Kapital) dan huruf kecil . Kedua
kutip ganda "" dari string
memberikan kemampuan untuk interpolasi nilai variabel ke dalam string PHP. PHP
menerjemahkan baris sebagai spasi, dan pernyataan harus diakhiri dengan
titik koma ;.
Komentar
PHP memiliki 3 jenis sintaks
sebagai komentar pada kode yaitu tanda blok / * * / ,
komentar 2 baris // Serta tanda pagar #
digunakan untuk komentar satu baris. Komentar bertujuan untuk meninggalkan
catatan pada kode PHP dan tidak akan diterjemahkan ke program.
Fungsi
Ratusan fungsi yang disediakan
oleh PHP serta ribuan lainnya yang tersedia melalui berbagai ekstensi tambahan.
fungsi-fungsi ini didokumentasikan dalam dokumentasi PHP. Namun, dalam berbagai
tingkat pengembangan, kini memiliki berbagai konvensi penamaan. Sintaks fungsi adalah
seperti di bawah ini:
function tampilkan($data="") //
Mendefenisikan fungsi, "tampilkan" adalah nama sebuah fungsi
{ //Diapit oleh tanda kurung kurawal
if($data) return $data; else return 'Tidak ada data'; //
Melakukan proses pengolahan data, contohnya melalui kondisi
}
echo tampilkan("isi
halaman") // Menjalankan fungsi
Contoh program
Membuat Sebuah Halaman Web PHP
Sebuah Halaman web yang ditulis
menggunakan Bahasa Pemograman PHP adalah sebagai
berikut:
<?php
echo "Halo dunia";
?>
Program bilangan Fibonacci
Berikut ini adalah contoh program
yang relatif lebih kompleks yang ditulis dengan menggunakan PHP. Contoh program
ini adalah program untuk menampilkan 20 bilangan pertama dari deret bilangan Fibonacci.terdapat
beberapa variable atau sintax. seperti function. itu merupakan bagian dari
javascript.
<?php
function fibonacci_seq(
$panjang ) {
for( $l = array(0,1), $i = 2, $x = 0; $i <
$panjang; $i++ )
$l[] = $l[$x++] + $l[$x];
return $l;
}
fibonacci_seq(20);
// Angka
"20" dapat diganti sesuai keinginan
?>
Kelebihan PHP Dari Bahasa Pemrograman Lain
Beberapa kelebihan PHP dari
bahasa pemrograman web, antara lain:
1.
'Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script
yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.'
2.
'Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan di mana
- mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang
relatif mudah.'
3.
'Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya
milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.'
4.
'Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting
yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.'
5.
'PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di
berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara
runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.'
Tipe data
PHP memiliki 8 tipe data, yaitu:
1.
Boolean
2.
Integer
3.
Float/ Double
4.
String
5.
Array
6.
Object
7.
Resource
8.
NULL
Langganan:
Postingan (Atom)
Routing RIP Mikrotik dengan IPv4
1. Buka Software “Winbox” Yang sudah ada di Laptop kita . 2. Sambungkan Router pusat Dengan Router kita dengan port ” Ethernet 1 “ dan ...
-
Cascading Style Sheet ( CSS ) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur...
-
Switching adalah sistem elektronik yang dapat dipakai untuk menghubungkan jalur komunikasi. Jaringan switching adalah jaringan yang...
-
7 Layer OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (IS...