Tampilkan postingan dengan label Pemrograman web. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman web. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2016

Undang Undang ITE

Bunyi Pasal 5 UU ITE:
(1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.
(2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia
Sebagai catatan, beberapa negara maju mengkategorikan secara terpisah delik penipuan yang dilakukan secara online (computer related fraud) dalam ketentuan khusus cyber crime. Sedangkan di Indonesia, UU ITE yang ada saat ini belum memuat pasal khusus/eksplisit tentang delik “penipuan”. Pasal 28 ayat (1) UU ITE saat ini bersifat general/umum dengan titik berat perbuatan “penyebaran berita bohong dan menyesatkan” serta pada “kerugian” yang diakibatkan perbuatan tersebut.
Tujuan rumusan Pasal 28 ayat (1) UU ITE tersebut adalah untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak dan kepentingan konsumen. Perbedaan prinsipnya dengan delik penipuan pada KUHP adalah unsur “menguntungkan diri sendiri” dalam Pasal 378 KUHP tidak tercantum lagi dalam Pasal 28 ayat (1) UU ITE, dengan konsekuensi hukum bahwa diuntungkan atau tidaknya pelaku penipuan, tidak menghapus unsur pidana atas perbuatan tersebut dengan ketentuan perbuatan tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Delik khusus “penipuan” dalam UU ITE, baru akan dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Revisi UU ITE yang saat ini dalam tahap pembahasan antar-kementerian.
Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) tidak secara khusus mengatur mengenai tindak pidana penipuan. Selama ini, tindak pidana penipuan sendiri diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana(“KUHP”), dengan rumusan pasal sebagai berikut:
“Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu atau martabat (hoedaningheid) palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.
Walaupun UU ITE tidak secara khusus mengatur mengenai tindak pidana penipuan, namun terkait dengan timbulnya kerugian konsumen dalam transaksi elektronik terdapat ketentuan Pasal 28 ayat (1) UU ITE yang menyatakan:
“Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.”
Terhadap pelanggaran Pasal 28 ayat (1) UU ITE diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar, sesuai pengaturan Pasal 45 ayat(2) UU ITE. Jadi, dari rumusan-rumusan Pasal 28 ayat (1) UU ITE dan Pasal 378 KUHP tersebut dapat kita ketahui bahwa keduanya mengatur hal yang berbeda. Pasal 378 KUHP mengatur penipuan (penjelasan mengenai unsur-unsur dalam Pasal 378 KUHP silakan simak artikel Penipuan SMS Berhadiah), sementara Pasal 28 ayat (1) UU ITE mengatur mengenai berita bohong yang menyebabkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik (penjelasan mengenai unsur-unsur dalam Pasal 28 ayat (1) UU ITE silakan simak artikel Arti Berita Bohong dan Menyesatkan dalam UU ITE). Walaupun begitu, kedua tindak pidana tersebut memiliki suatu kesamaan, yaitu dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Tapi, rumusanPasal 28 ayat (1) UU ITE tidak mensyaratkan adanya unsur “menguntungkan diri sendiri atau orang lain” sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Pada akhirnya, dibutuhkan kejelian pihak penyidik kepolisian untuk menentukan kapan harus menggunakan Pasal 378 KUHP dan kapan harus menggunakan ketentuan-ketentuan dalam Pasal 28 ayat (1) UU ITE. Namun, pada praktiknya pihak kepolisian dapat mengenakan pasal-pasal berlapis terhadap suatu tindak pidana yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHPdan memenuhi unsur-unsur tindak pidana Pasal 28 ayat (1) UU ITE. Artinya, bila memang unsur-unsur tindak pidananya terpenuhi, polisi dapat menggunakan kedua pasal tersebut. Lepas dari itu, menurut praktisi hukum Iman Sjahputra, kasus penipuan yang menyebabkan kerugian konsumen dari transaksi elektronik jumlahnya banyak. Di sisi lain, Iman dalam artikel Iman Sjahputra: Konsumen Masih Dirugikan dalam Transaksi Elektronik juga mengatakan bahwa seringkali kasus penipuan dalam transaksi elektronik tidak dilaporkan ke pihak berwenang karena nilai transaksinya dianggap tidak terlalu besar. Menurut Iman, masih banyaknya penipuan dalam transaksi elektronik karena hingga saat ini belum dibentuk Lembaga Sertifikasi Keandalan yang diamanatkan Pasal 10 UU ITE
Sumber : https://www.facebook.com/www.pengaduanpenipuanonline.co.id/posts/358089790961041

Selasa, 26 Januari 2016

JavaScript


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
JavaScript
Javascript.svg
Ekstensi berkas .js
Jenis MIME application/javascript, text/javascript[1]
Uniform Type Identifier com.netscape.javascript -​ sumber [2]
Dikembangkan oleh Netscape Communications Corporation, Mozilla Foundation
Rilis terbaru 1.9.3 / 2010
Jenis format Bahasa skrip
Situs web Mozilla Developer Center
JavaScript (/ˈdʒɑːvəˌskrɪpt/[3]) adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi dan dinamis.[4] JavaScript populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.[5]

Daftar isi

Sejarah

JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript.[6] [7]
Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java.[8] Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut.[8] Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.[8]
JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX.[8] JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.[8]

Penulisan JavaScript

Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag <script type="text/javascript">.[9]
<script type="text/javascript">
 alert("Halo Dunia!");
</script>
Kode JavaScript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript).[9] Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut:[9]
<script type="text/javascript" src="alamat.js">
</script>

Skrip di head

Skrip ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu.[9] Peletakkan skrip di head akan menjamin skrip dimuat terlebih dahulu sebelum dipanggil.[9]
<html>
<head>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</head>
</html>

Skrip di body

Skrip ini dieksekusi ketika halaman dimuat sampai di bagian <body>.[9] Ketika menempatkan skrip pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian.[9]
<html>
<head>
</head>
<body>
<script type="text/javascript">
...
</script>
</body>
</html>
Jumlah JavaScript di <head> dan <body> yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.[9]

Skrip eksternal

Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman.[9] Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal.[9] Jadi, antara dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML.[9] Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.[9]
JavaScript : js/xxx.js document.write("pesan ini tampil ketika halaman diload");
Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai atribut "src" pada tag <script> pada halaman HTML-nya.[9]
<html>
<head>
</head>
<body>
<script src="xxx.js">
</script>
<p>Script di atas berada di berkas "xx.js" (eksternal) </p>
</body>
</html>

Cascading Style Sheets CSS



Cascading Style Sheet
(CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file).[1] Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.[1]
CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya.[1] CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.[2] Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.[2]

Sejarah CSS

Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style.[3] CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996.[2] Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.[3]

Versi

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.
CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. Dengan CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object Model.[4]

Penulisan

Saat masuk pada bagian CSS, sering dijumpai kode sebagai berikut:
h1 {
    color: #0789de;
   }
Bagian pertama sebelum tanda '{}' dinamakan selector, sedangkan yang diapit oleh '{}' disebut declaration yang terdiri dari dua unsur, yaitu property dan value.[5]Selector dalam pernyataan di atas adalah h1, sedangkan color adalah property, dan #0789de adalah value.[5]
Selain itu ada tiga metode penulisan CSS atribut, yaitu :[6]

Inline Style Sheet

CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style="..." dalam tag HTML tersebut.[6] Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan memengaruhi tag HTML yang lain.[6]
Contoh penulisan CSS dengan metode Inline Style Sheet [6]:
<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Inline </title>
</head>
<body bgcolor="#FFFFFF">
<p id="cth1">
Ini adalah contoh tag P tanpadiformat menggunakan CSS </p>

<p id="cth2" style="font-size:20pt">
Tag P ini diformat dengan besar font 20 point </p>

<p id="cth3" style="font-size:14pt; color:red">
Tag P ini diformat dengan besar font 14 point, dan menggunakan warna merah </p>
</body>
</html>

Embedded Style Sheet

CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> ... </style> di atas tag <body>.[6] Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan.[6]
Contoh penggunaan CSS dengan metode Embedded Style Sheet :[6]
<html>
<head>
<title>Contoh Bentuk Embedded</title>
</head>
<style>
body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in}
h1 {font-size:18pt; color:#FF0000}
p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in}
</style>

<body>
<h1 id="cth1">Judul ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1>
<p id="cth2">Tag p ini di format dengan besar font 12 point dengan tipe font Arial dan mempunyai identasi 0.5 inch </p>
<p id="cth3">Yang perlu diperhatikan juga bahwa body disini telah diformat dengan margin kiri 0.5 inch dan warna background biru</p>
</body>
</html>

Sifat CSS

Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal.[7] Jika internal yang dipilih, maka skrip itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain.[7] Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka skrip CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu.[7]
Sifat yang kedua adalah eksternal di mana skrip CSS dipisahkan dan diletakkan dalam berkas khusus.[7] Nanti, cukup gunakan semacam tautan menuju berkas CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di skrip tersebut.[7]

Fakta Menggunakan CSS

Fakta Menggunakan CSS diantaranya : [8]
  • Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
  • Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
  • Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran berkas dan kecepatan pengunduhan.
  • Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
  • Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat di berbagai browser
  • CSS adalah layouting "Masa Depan" dengan penggabungan bersama XHTML.

Contoh Berkas CSS

[9]
<html>
<head>
<style type="text/css">
body
{
background-color:#d0e4fe;
}
h1
{
color:orange;
text-align:center;
}
p
{
font-family:"Times New Roman";
font-size:20px;
}
</style>
</head>

<body>

<h1>CSS example!</h1>
<p>This is a paragraph.</p>

</body>
</html>

Macam-macam Tipe Data di PHP

Boolean

Tipe data boolean adalah tipe data yang merepresentasikan suatu kondisi ‘benar’ (true) atau ‘salah’ (false). Selain itu juga dapat menggunakan nilai 1 untuk menyatakan true dan 0 untuk false. Penulisan bilangan ini mengikuti aturan case-Insensitive sehingga TRUE dan true dianggap sama oleh PHP. Perhatikan contoh dibawah:
Pada contoh di atas, pertama mendefinisikan variabel $kondisi yang memiliki tipe data boolean dan bernilai true. Lalu pada baris selanjutnya memeriksa nilai variabel $kondisi bila memiliki nilai TRUE maka tuliskan kata “Kondisinya benar”.

Integer

Tipe data integer merupakan tipe data bilangan bulat baik yang positif atau negatif {…, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …}. Tipe data integer mendukung bilangan Oktal, Desimal, maupun Hexadesimal.
Contoh:
Output :
Ini adalah bilangan desimal : 9259
Untuk menuliskan tipe data integer yang berupa bilangan oktal, harus didahului dengan nol ‘0’ di depan bilangannya. Contoh:
Output :
Ini bilangan oktal : 0560
Sedangkan untuk menuliskan bilangan hexadesimal didahului dengan ‘0x’. Perhatikan contoh di bawah:
Output:
Ini adalah bilangan hexadesimal : 0x5F

Float

Tipe data float adalah bilangan pecahan atau mengambang yang juga biasa disebut tipe data double atau real number seperti 4.9, 9.7, 52.19 dan sebagainya.
Output:
Hasil pembagian dari 10 dan 3 adalah 3.3333333333333
3.33

String

Tipe data string adalah tipe data yang tidak dapat dihitung, artinya tipe data string tidak dapat dikenakan operasi aritmatika karena string berupa karakter huruf atau angka. Untuk menuliskan string di dalam PHP haruslah menggunakan tanda kutip ganda ( ” “ ) atau kutip tunggal ( ‘ ‘ ). Keduanya sama saja, namun bila anda membuka dengan kutip ganda ( ” “ ) maka anda perlu menutupnya dengan kutip ganda pula, demikian pula dengan kutip tunggal ( ‘ ‘ ).
Perhatikan contoh berikut:
Output :
Ini string dengan tanda kutip ganda
Ini string dengan tanda kutip tunggal
String dengan tanda kutip ganda yang mengandung ‘tanda kutip tunggal’
String dengan tanda kutip tunggal yang mengandung “tanda kutip ganda”
Alhamdulillah, hari ini hari jum’at

Array

Tipe data Array merupakan himpunan dari beberapa data yang disimpan di dalam sebuah variabel. Data yang ada di dalam array disebut dengan elemen array. Setiap elemen array dipisahkan dengan koma ( , ).
Contoh :
Untuk lebih jelas mengenai array insyaallah akan ada posting tersendiri nanti
Sebenarnya masih ada lagi tipe data di dalam PHP, namun yang umum digunakan adalah yang sudah disebutkan di atas.
Oh ya, untuk mengetahui tipe data PHP menyediakan fungsi var_dump(). Jadi, untuk mengetahui apakah tipe data dari variabel $a maka cukup tuliskan var_dump($a).
Sumber: http://quovadis.web.id/mengenal-macam-macam-tipe-data-di-php/

Selasa, 19 Januari 2016

Cara Upload Video Dengan PHP

Video saat ini sudah menjadi salah satu elemen dalam website yang bisa membuat orang tertarik dan betah berlama-lama berada di website tersebut, sebut saja Youtube, website youtube saat ini menjadi website nomor 3 paling banyak dikunjungi di dunia.
Jika Anda sedang kesulitan membuat website yang bisa upload video, berikut ini ada script untuk upload video dengan PHP yang bisa Anda ikuti.
Disini TWD hanya akan mencontohkan dalam satu file upload-video.php saja, untuk lebih lanjutnya Anda bisa kembangkan sendiri sesuai dengan susuan direktori pembuatan web yang sedang Anda kerjakan.
Pertama file php dengan nama upload-video.php
Selanjutnya tuliskan script berikut ini untuk membuat form dan memproses video ketika tombol UPLOAD di tekan, taruh script ini di dalam tag body dan /body.
 
<div style="width:800px;margin:20px auto; text-align:center">
<?php
if (isset($_REQUEST['upload']))
{
    $name=$_FILES['file_video']['name'];
    $type=$_FILES['file_video']['type'];
    $size=$_FILES['file_video']['size'];
    //replace tanda spasi pada nama file dengan _
    $nama_file=str_replace(" ","_",$name);
    $tmp_name=$_FILES['file_video']['tmp_name'];
    $nama_folder="video/";
    $nama_file_baru=$nama_folder.basename($nama_file);
    //Filter jenis file video dan ukuran file
    if ((($type == "video/mp4") || ($type == "video/3gpp")  || ($type == "video/x-flv")) && ($size < 50000000 ))
    {
        //cek jika nama dile sudah ada
        if (file_exists($nama_file_baru))
        {
            $msg="File dengan nama $nama_file sudah ada!\n";
        }
        else
        {  
            //pindah file dari temporari ke alamat tujuan
            if(move_uploaded_file($tmp_name,$nama_file_baru))
            {
                $msg="File video $nama_file sudah berhasil diupload";
            }
        }
    }
    else
    {
        $msg="Jenis file tidak sesuai atau ukuran file terlalu besar!";
    }
    echo "<p align=\"center\">$msg</p>";
}
else
{
?>
<fieldset>
<legend>Upload Video Dengan PHP (<a href="http://www.tutorial-webdesign.com/cara-upload-video-dengan-php"> baca tutorial </a>)</legend>
<form name="fvideo" enctype="multipart/form-data" method="post" action="" style="padding:10px;">
<input type="file" name="file_video" />
<input type="submit" name="upload" value="Upload" />
</form>
</fieldset>
<?php
}
?>
</div>
Script diatas akan melakukan pengecekan apakah ada kiriman dengan nama upload dari sebuah form, jika Anda maka proses selanjutnya dilanjutkan dengan mengecek apakah file tersebut berjenis mp4/3gp dan ukurannya kecil dari 50,000,000 bytes (50 MB).
Jika benar maka akan dilanjutkan dengan mengecek apakah nama file tersebut sudah ada di folder upload apa belum, jika belum ada maka proses upload video akan dilanjutkan, jika berhasil maka akan muncul pesan berhasilnya. Jika tidak maka pesan kesalahan akan dimunculkan di layar.

Sumber: http://www.tutorial-webdesign.com/cara-upload-video-dengan-php/

Dasar PHP



Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PHP: Hypertext Preprocessor

imperatif, berorientasi objek, prosedural, reflektif
Perancang:
Pengembang:
Implementasi:
Mempengaruhi:
PHP License (most of Zend engine under Zend Engine License)


PHP: Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.
Daftar isi
Sejarah PHP
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Versi terbaru dari bahasa pemograman PHP adalah versi 5.6.4 yang resmi dirilis pada tanggal 18 Desember 2014.
Sintaksis Dasar
Pembatas
PHP hanya mengeksekusi kode yang ditulis dalam pembatas sebagaimana ditentukan oleh dasar sintaks PHP. Apapun di luar pembatas tidak diproses oleh PHP (meskipun teks PHP ini masih mengendalikan struktur yang dijelaskan dalam kode PHP. Pembatas yang paling umum adalah "<?php" untuk membuka dan "?>" Untuk menutup kode PHP.Tujuan dari pembatas ini adalah untuk memisahkan kode PHP dari kode di luar PHP, seperti HTML,Javascript.
Variabel
Variabel diawali dengan simbol dolar $. Pada versi php PHP 5 diperkenalkan jenis isyarat yang memungkinkan fungsi untuk memaksa mereka menjadi parameter objek dari class tertentu, array, atau fungsi. Namun, jenis petunjuk tidak dapat digunakan dengan jenis skalar seperti angka atau string. Contoh variabel dapat ditulis sebagai $nama_varabel.
Penulisan fungsi, penamaan kelas, nama variabel adalah peka akan huruf besar (Kapital) dan huruf kecil . Kedua kutip ganda "" dari string memberikan kemampuan untuk interpolasi nilai variabel ke dalam string PHP. PHP menerjemahkan baris sebagai spasi, dan pernyataan harus diakhiri dengan titik koma ;.
Komentar
PHP memiliki 3 jenis sintaks sebagai komentar pada kode yaitu tanda blok / * * / , komentar 2 baris // Serta tanda pagar # digunakan untuk komentar satu baris. Komentar bertujuan untuk meninggalkan catatan pada kode PHP dan tidak akan diterjemahkan ke program.
Fungsi
Ratusan fungsi yang disediakan oleh PHP serta ribuan lainnya yang tersedia melalui berbagai ekstensi tambahan. fungsi-fungsi ini didokumentasikan dalam dokumentasi PHP. Namun, dalam berbagai tingkat pengembangan, kini memiliki berbagai konvensi penamaan. Sintaks fungsi adalah seperti di bawah ini:
function tampilkan($data="")                                     // Mendefenisikan fungsi, "tampilkan" adalah nama sebuah fungsi
{   //Diapit oleh tanda kurung kurawal
    if($data) return $data;  else return 'Tidak ada data';       // Melakukan proses pengolahan data, contohnya melalui kondisi
}

echo tampilkan("isi halaman")   // Menjalankan fungsi
Contoh program
Membuat Sebuah Halaman Web PHP
Sebuah Halaman web yang ditulis menggunakan Bahasa Pemograman PHP adalah sebagai berikut:
<?php
    echo "Halo dunia";
?>
Program bilangan Fibonacci
Berikut ini adalah contoh program yang relatif lebih kompleks yang ditulis dengan menggunakan PHP. Contoh program ini adalah program untuk menampilkan 20 bilangan pertama dari deret bilangan Fibonacci.terdapat beberapa variable atau sintax. seperti function. itu merupakan bagian dari javascript.
<?php
function fibonacci_seq( $panjang ) {
   for( $l = array(0,1), $i = 2, $x = 0; $i < $panjang; $i++ )
        $l[] = $l[$x++] + $l[$x];
   return $l;
}

fibonacci_seq(20);
// Angka "20" dapat diganti sesuai keinginan
?>
Kelebihan PHP Dari Bahasa Pemrograman Lain
Beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman web, antara lain:
1.     'Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.'
2.     'Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan di mana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.'
3.     'Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.'
4.     'Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.'
5.     'PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.'
Tipe data
PHP memiliki 8 tipe data, yaitu:
1.     Boolean
2.     Integer
3.     Float/ Double
4.     String
5.     Array
6.     Object
7.     Resource
8.     NULL

Routing RIP Mikrotik dengan IPv4

1. Buka Software “Winbox” Yang sudah ada di Laptop kita . 2. Sambungkan Router pusat  Dengan Router kita  dengan port ” Ethernet 1 “ dan ...