Selasa, 26 Januari 2016

Operasi Aritmatika


  1. Penjumlahan Biner
Penjumlahan Biner serupa dengan penjumlahan pada bilangan desimal. Dua bilangan yang akan dijumlahkan disusun secara vertikal dan digit-digit yang mempunyai signifikasi sama ditempatkan pada kolom yang sama. Digit-digit ini kemudian dijumlahkan dan jika dijumlahkan lebih besar dari bilangan basisnya (10 untuk desimal dan 2 untuk biner), maka ada bilangan yang disimpan. Bilangan yang disimpan ini kemudian dijumlahkan dengan digit disebelah kirinya, dan seterusnya.
Dalam penjumlahan biner, pinyimpanan aka terjadi jika jumlah dari dua digit yang dijumlahkan adalah 2. Operasi ilmu hitung dengan bilangan biner juga mengikuti aturan yang berlaku untuk bilangan desimal, bahkan lebih sederhana karena angka-angkanya yang terlibat hanyalah 0 dan 1.
`Untuk mendapatkan aturan penambahan dalam bilangan biner perlu dibahas empat kasus sederhana berikut:
  1. Bila kosong ditambah dengan kosong, Hasilnya adalah kosong. Perwakilan biner dalam hal ini adalah 0 + 0 = 0.
  2. Bila kosong ditambah dengan 1 maka hasilnya adalah 1. Dengan bilangan biner dapat dituliskan sebagai 0 + 1 = 1.
  3. Bila 1 ditambah dengan kosong, hasilnya 1. Setara biner untuk ini adalah 1 + 0 = 1.
  4. Bila 1 ditambah dengan 1, Hasilnya adalah 2. Dengan menggunakan bilangan biner, hal itu diwakili oleh 1 + 1 = 10.
Jadi, keempat kasus di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 0 = 1
1 + 1 = 10 (0 dengan simpanan 1)
untuk menjumlahkan bilangan yang lebih besar, simpanan untuk kolom dengan urutan yang lebih tinggi dilakukan seperti hanya dengan bilangan desimal biasa.
Contoh :
Jumlahkanlah bilangan biner 101 dengan 110.
Jawab : 101
110 + 1011
Kolom pertama           : 1 + 0 = 1
Kolom kedua              : 0 + 1 = 1
Kolom ketiga              : 1 + 1 = 10 (0 dengan simpanan 1)

  1. Pengurangan Biner
Pada bagian ini hanya akan ditinjau pengurangan bilangan biner yang memberikan hasil positif. Dalam hal ini, metode yang digunakan adalah sama dengan metode yang digunakan untuk pengurangan pada bilangan desimal. Dalam pengurangan bilangan biner jika perlu dipinjam 1 dari kolom disebelah kirinya, yaitu kolom yang mempunyai derajat lebih tinggi.
Untuk mengurangkan bilangan biner, ditinjau terlebih dahulu empat kasus berikut :
0 – 0 = 0
1 – 0 = 1
1 – 1 = 0
10 – 1 = 1
Hasil terakhir itu mewakili 2 – 1 = 1. Dalam operasi pengurangan tersebut, seperti halnya dengan pengurangan bilangan desimal, dilakukan kolom demi kolom. Bila perlu dilakukan Peminjaman dari kolom dengan urutan yang lebih tinggi.
Contoh : Hitunglah 110 dikurangi dengan 101.
Jawab :
110
101 –
001
Kolom pertama           : 10 – 1 = 1 (setelah meminjam)
Kolom kedua              : 0 – 0 = 0 (setelah dipinjamkan)
Kolom ketiga              : 1 – 1 = 0

  1. Perkalian Biner
Perkalian pada bilangan biner mempunyai aturan sebagai berikut :
0 x 0 = 0
0 x 1 = 0
1 x 0 = 0
1 x 1 = 1

Perkalian bilangan biner dapat dilakukan seperti pada perkalian bilangan desimal. Sebagai contoh, untuk mengalikan 11102 = 1410 dengan 11012 = 1310 langkah-langkah yang harus ditempuh adalah

Biner                                                   Desimal
1 1 1 0                                                    1 4
1 1 0 1                                                    1 3
——–x                                                     —-x
1 1 1 0                                                     4 2
0 0 0 0                                                   1 4
1 1 1 0
1 1 1 0
—————+                                           ——-+
1 0 1 1 0 1 1 0                                      1 8 2
Perkalian juga bisa dilakukan dengan menambahkan bilangan yang dikalikan ke bilangan itu sendiri sebanyak bilangan pengali. Contoh di atas, hasilnya akan sam dengan jika kita menambahkan 1112 ke bilangan itu sendiri sebanyak 1101 atau 13 kali.

  1. Pembagian Biner
Pembagian pada sistem bilangan biner dapat dilakukan sama seperti contoh pembagian sistem bilangan desimal. Sebagai contoh, untuk membagi 110011 (disebut bilangan yang dibagi) dengan 1001 (disebut pembagi), langkah-langkah berikut yang perlu dilakukan.

Hasil            1 0 1
—————-
1 0 0 1   /  1 1 0 0 1 1
/    1 0 0 1
——————
0 0 1 1 1 1
1 0 0 1
————
sisa  1 1 0

Sehingga hasilnya adalah 1012, dan sisa pembagian adalah 1102. Pembagian bisa juga dilakukan dengan cara menjumlahkan secara berulang kali dengan bilangan pembagi dengan bilangan itu sendiri sampai jumlahnya sama dengan bilangan yang dibagi atau setelah sisa pembagian yang diperoleh lebih kecil dari bilangan pembagi.

  1. Operator Increment dan Decrement
Bahasa C++ menyediakan operator yang disebut increment dan decrement. Operator ini digunakan untuk menaikkan atau menurunkan nilai suatu variable sebesar 1.
Keterangan Operator :
++ Operator increment
–Operator decrement
Penempatan operator tersebut dapat diawal variabel atau dibelakangnya.
Contoh :
X = x+1
Y = y-1
Dapat ditulis :
++x atau x++
y— atau –y
Secara sekilas memang tak ada perbedaan antara ++x dan x++ atau –y dan y—
Perhatikan contoh berikut :
r = 10
s = 10 + ++r
cout<<”nilai r=”<<r<<”\n”
cout<<”nilai s=”<<s<<”\n”
Sumber : https://mangupblog.wordpress.com/2014/08/25/operasi-aritmatika/

Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-jenisnya

 Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean.
Gerbang Logika yang diterapkan dalam Sistem Elektronika Digital pada dasarnya menggunakan Komponen-komponen Elektronika seperti Integrated Circuit (IC), Dioda, Transistor, Relay, Optik maupun Elemen Mekanikal.

Jenis-jenis Gerbang Logika Dasar dan Simbolnya

Terdapat 7 jenis Gerbang Logika Dasar yang membentuk sebuah Sistem Elektronika Digital, yaitu :
  1. Gerbang AND
  2. Gerbang OR
  3. Gerbang NOT
  4. Gerbang NAND
  5. Gerbang NOR
  6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)
  7. Gerbang X-NOR (Exlusive NOR)
Tabel yang berisikan kombinasi-kombinasi Variabel Input (Masukan) yang menghasilkan Output (Keluaran) Logis disebut dengan “Tabel Kebenaran” atau “Truth Table”.
Input dan Output pada Gerbang Logika hanya memiliki 2 level. Kedua Level tersebut pada umumnya dapat dilambangkan dengan :
  • HIGH (tinggi) dan LOW (rendah)
  • TRUE (benar) dan FALSE (salah)
  • ON (Hidup) dan OFF (Mati)
  • 1 dan 0
Contoh Penerapannya ke dalam Rangkaian Elektronika yang memakai Transistor TTL (Transistor-transistor Logic),  maka 0V dalam Rangkaian akan diasumsikan sebagai “LOW” atau “0” sedangkan 5V akan diasumsikan sebagai “HIGH” atau “1”.
Berikut ini adalah Penjelasan singkat mengenai 7 jenis Gerbang Logika Dasar beserta Simbol dan Tabel Kebenarannya.

Gerbang AND (AND Gate)

Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang menandakan Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai tanda sama sekali. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang AND (AND Gate)Simbol Gerbang Logika AND dan Tabel Kebenaran Gerbang AND

Gerbang OR (OR Gate)

Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X + Y.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR (OR Gate)Simbol Gerbang Logika OR dan Tabel Kebenaran Gerbang OR

 Gerbang NOT (NOT Gate)

Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Gerbang NOT biasanya dilambangkan dengan simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT (NOT Gate)  Simbol Gerbang Logika NOT dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT

Gerbang NAND (NAND Gate)

Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NAND (NAND Gate) Simbol Gerbang NAND dan Tabel Kebenaran Gerbang NAND

Gerbang NOR (NOR Gate)

Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR (NOR Gate) Simbol Gerbang Logika NOR dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR

Gerbang X-OR (X-OR Gate)

X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-OR (X-OR Gate) Simbol Gerbang Logika X-OR dan Tabel Kebenaran Gerbang X-OR

 Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)

Seperti Gerbang X-OR,  Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).
Sumber  : http://teknikelektronika.com/pengertian-gerbang-logika-dasar-simbol/
Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR (X-NOR Gate) Simbol Gerbang Logika X-NOR dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR

Pengkabelan menggunakan Kabel UTP dan RJ 45 (cross dan Straight)

Kabel Straight

Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai sesuai standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:


Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  • Menghubungkan antara computer dengan switch
  • Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  • Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  • Menghubungkan switch ke router
  • Menghubungkan hub ke router



Kabel cross over

Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama . Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.


Kabel cross susunannya sama dengan straight tetapi urutan pada kabelnya ada yang di tukar seperti
  • Kabel no.1 ditukar dengan kabel no.3
  • Kabel no.2 ditukar dengan kabel no 6
  • Kabel no.3 ditukar dengan kabel no.1
  • Kabel no.6 ditukar dengan kabel no.2

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. · Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. · Menghubungkan 2 buah switch
  3. · Menghubungkan 2 buah hub
  4. · Menghubungkan switch dengan hub
  5. · Menghubungkan komputer dengan router

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.
  • · Kabel 1 dan 2 untuk mengirim (Transfer)
  • · Kabel 3 dan 6 untuk menerima (Recepient)
  • · Kabel 4 dan 5 untuk mengirim suara
  • · Kabel 7 dan 8 digunakan sebagai arus



Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu
kita siapkan, yaitu
  • kabel UTP dan Connector RJ-45
  • Crimping tools
  • RJ-45 LAN Tester



















Kabel UTP Tipe Straight

Sekarang akan kita bahas cara pemasangannya. Yang pertama adalah cara memasang kabel UTP tipe straight. Untuk itu, lakukan langkah-langkah berikut:
  • Kupas ujung kabel sekitar 2 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.



  • Susunan kabel UTP tipe straight bisa Anda lihat pada gambar di bawah:


  • Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.

  • Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:
  1. Orange Putih pada Pin 1
  2. Orange pada Pin 2
  3. Hijau Putih pada Pin 3
  4. Biru pada Pin 4
  5. Biru Putih pada Pin 5
  6. Hijau pada Pin 6
  7. Coklat Putih pada Pin 7
  8. Coklat pada Pin 8.
      Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.

kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.



Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua. 
Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum.lihat gambar di bawah ini:


Kabel UTP Tipe Cross
Cara memasang kabel UTP tipe straight sudah saya jelaskan tadi. Sekarang saya bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe cross. Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang  kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan warna  kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:

  1. Orange Putih pada Pin 1
  2. Orange pada Pin 2
  3. Hijau Putih pada Pin 3
  4. Biru pada Pin 4
  5. Biru Putih pada Pin 5
  6. Hijau pada Pin 6
  7. Coklat Putih pada Pin 7
  8. Coklat pada Pin 8.
Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapun susunan warnanya adalah sebagi berikut:

  1. Hijau Putih pada Pin 1
  2. Hijau pada Pin 2
  3. Orange Putih pada Pin 3
  4. Biru pada Pin 4
  5. Biru Putih pada Pin 5
  6. Orange pada Pin 6
  7. Coklat Putih pada Pin 7
  8. Coklat pada Pin 8.
Hasil akhir kabel UTP tipe cross akan seperti ini:


Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi  yang pasti harus menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.
Yah makasih udah mau membaca walau ngantuk ngantuk ngerjakannya yang penting ada yang baca juga senang. kalo ada pertanyaan komen aja yah sobat.
http://nociepsikeluk.blogspot.co.id/2014/02/pengkabelan-wiring.html

Half adder dan Full adder

HALF ADDER


Sebuah rangkaian Adder terdiri dari Half Adder dan Full Adder. Half Adder menjumlahkan dua buah bit input, dan menghasilkan nilai jumlahan (sum) dan nilai lebihnya (carry-out). Half Adder diletakkan sebagai penjumlah dari bit-bit terendah (Least Significant Bit). oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.

  1. Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.
  2.  Jika A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
  3. Jika A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. dengan nilai pindahan Ce(Carry Out) = 1.


Dengan demikian, half adder memiliki 2 masukan (A dan B) dan dua keluaran (S dan Ce)

A
B
H
Ce
0
0
0
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
1
0
1


Dari tabel di atas, perhatikanlah sinyal " 1 "  pada “H” dan “Ce” dapat dikembangkan persamaan fungsi seperti di bawah ini.
Hasil .
H = ( A Λ B ) v ( A Λ B ) = A v B       ( Ex - OR )

Ce = A Λ B                                          ( AND )
Dari kedua persamaan di atas dapat dikembangkan rangkaian Half Adder seperti di bawah ini.
half adder







Ø  FULL ADDER
Half Adder tidak dapat digunakan untuk melakukan proses penjumlahan dua buah bilangan yang masing-masing terdiri dari beberapa digit ( multi digit ). Penjumlahan yang terdiri dari beberapa bit harus menyertakan carry pada digit yang lebih tinggi berikutnya dan solusi penjumlah yang demikian disebut Full Adder ( FA ), dimana disamping input A dan B disertakan juga Carry sebagai bagian dari input.
Tabel kebenaran dari Full Adder


A
B
Ci
H
Ce
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
1
0
1
0
0
1
1
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1


= ( A Λ B Λ Ci ) v ( A Λ B Λ Ci ) v ( A Λ B Λ Ci ) v ( A Λ B Λ Ci )
Sesuai Hukum Distributive pada Aljabar Boole, persamaan fungsi di atas menjadi,
H         = [ ( A Λ B ) v ( A Λ B ) ] Λ Ci v [ ( A Λ B ) v ( A Λ B ) ] Λ Ci
= [ ( A Λ B ) v ( A Λ B ) ] Λ Ci v ( 1 Λ Ci )
= [ ( A Λ B ) v ( A Λ B ) ] Λ ( Ci v Ci )
 = ( A V B ) V C = A V B V C
Disamping persamaan Hasil juga terdapat persamaan untuk Carry seperti di bawah ini,
Ce = ( A Λ B Λ Ci ) v ( A Λ B Λ Ci ) v ( A Λ B Λ Ci ) v ( A Λ B Λ Ci )
Persamaan ini dapat disederhanakan menjadi,
Ce = ( A Λ B ) v ( B Λ Ci ) v ( A Λ Ci )
Dari kedua persamaan di atas dapat dikembangkan menjadi rangkaian digital Full Adder .
ebenaran dari Full Adder :

full adder







Sekian mengenai Half dan Full adder yang bisa saya bagi. kalo ada kurangnya silahkan tulis di Komentar. jadi Terima Kasih

KARNAUGH MAP



KARNAUGH MAP

Gara-gara besok saya mau tes yg berhubungan dengan digital saya harus bernostalgia lagi nih ke masa waktu saya masih kuliah untuk kembali belajar lagi dan untuk selalu mengingat biar ngk cepat lupa...dan jg karena catatan-catatan kuliah saya terlalu banyak dan harus pakai cari-cari di lemari yang malah jd bikin repot lebih baik saya cari-cari ke blog-blog orang lain aja yang lebih mudah dan sederhana ngk pakai repot akhirnya saya dapat yg menurut saya blog dia itu bagus untuk saling berbagi ilmu.....langsung aja deh kita bahas tentang  Karnaugh Map...

Karnaugh Map adalah salah satu metode penyerdehanaan sebagai pengganti aljabar boole. Penggunaan karnaugh map akan lebih mempermudah menemukan bentuk sederhana dari suatu persamaan.
contoh:






Cara pengelompokan Variabel:

 1. Pasangan
Adalah suatu pasangan nilai angka 1 dalam posisi horizontal atau vertikal. Jika dalam satu peta karnaugh terdapat lebih dari satu pasangan, kita dapat memperlakukan operasi OR pada hasil kali yang telah disederhanakan.




2. Kuad (Quads)
Adalah kelompok yang terdiri dari empat(4) buah nilai 1 yang tersusun berdampingan dari ujung ke ujung, baik vertikal ataupun horizontal. Kuad diberlakukan untuk menghemat waktu. Kuad ini dapat berarti juga Double pairs.








3. Oktet (Octets)
Adalah kelompok di dalam Karnaugh Map yang berisi nilai 1 yang berdampingan sebanyak 8 (delapan) buah. Penghitungan cara oktet sama halnya dengan double  Kuad (menghitung dengan cara Kuad sebanyak 2 kali, ini tidak efisien).









Dalam menyederhanakan persamaan dalam bentuk aljabar boole, kita terlebih dahulu harus melakukan identifikasi dengan melingkari Pairs, Quads atau Octets sehingga akan lebih mudah untuk menghapuskan variabel mana yang perlu dihapus dan yang tetap digunakan. 
Sumber: http://gunawanamsari.blogspot.co.id/2012/05/karnaugh-map.html

Routing RIP Mikrotik dengan IPv4

1. Buka Software “Winbox” Yang sudah ada di Laptop kita . 2. Sambungkan Router pusat  Dengan Router kita  dengan port ” Ethernet 1 “ dan ...